Senin, 20 Februari 2012

BUDIDAYA KELINCI










Latar Belakang


Respon pangsa pasar dan perkembangan dunia agribisnis mendorong kuatnya para peternak untuk berbisnis di dunia kelinci. Budidaya kelinci masih sangat relevan dan cocok sebagai alternatif  karena usaha ini tidak membutuhkan lahan luas, pakan kelinci dapat menggunakan limbah pertanian dan tidak membutuhkan  modal yang besar.
Budidaya kellinci relatif mudah, apabila kita benar-benar mengetahui dan memahami dengan benar  tentang bagaimana cara membudidaya ternak kelinci. Keberhasilan usaha ini ditentukan oleh pemilihan lokasi usaha,  bangsa kelinci, tata laksana pemeliharaan yang baik (pemilihan bibit indukan, pakan yang diberikan,  perkawinan, kandang, dan penyakit) dan juga tidak kalah pentingnya pemasaran ditambah satu hal lagi itu mental yang kuat. Kelinci dapat berproduksi tinggi, maka perlu dipelihara secara intensif dan penuh kasih sayang.


A. Pemilihan Lokasi 
  
       Kelinci adalah ternak yang mudah stress, jika kelinci terkena stress dapat menyebabkan kematian. Pemilihan lokasi budidaya ternak kelinci merupakan hal yang terpenting, oleh sebab itu lokasi harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu suhu lingkungan yang baik bagi kelinci (17 derajat sampai 30 derajat), kelembaban lingkungan (65 persen samppai 80 persen), jauh dari kebisingan, jauh dari pemukiman, terlindung dari predator dan dekat dengan sumber pakan dan air.



B. Jenis Kelinci
   
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis Austtralia, New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora, fuji love, rex baik untuk bulu.


Tata Laksana Pemeliharaan:

    
       Tata laksana pemeliharaan kelinci ini meliputi pemilihan indukan, pakan, kandang, penyakit dan obat-obatan dan pemasaran.





I. Pemilihan indukan


Pemilihan indukan baik jantan dan betina:
  1. Umur 5-6 bulan
  2. Kondisi tubuh normal (tidak cacat)
  3. Sehat
  4. Jumlah puting ada 8 (betina)
  5. Kaki kuat dan tidak bengkok. Kaki belakang nampak rapat pada badan.
  6. Testis pejantan panjang dan besar

A.        Perkawinan
  1. Umur betina mulai dikawinkan7-8 bulan. Umur jantan harus lebih tua.
  2. Betina di bawa ke kandang jantan
  3. Waktu untuk mengawinkan antara jam 6-8 pagi atau jam 6-8 malam.
  4. Ditunggu selama 5 menit dan terjadi kawin, kemudian ambil betina.
  5. Jangan lupa untuk mencatat tanggal mengawinkan dan pejantan yang mengawini kelinci betina

Tanda-tanda kehamilan:
  1. Jika didekatkan dengan jantan, si betina akan mengerang.
  2. Nafsu makan akan betambah
  3. Puting kelinci akan tampak mengeras.

Tanda-tanda melahirkan:
  1. Bulu rontok
  2. Nafsu makan berkurang sekitar seminggu sebelum melahirkan
  3. Kelinci tampak stress, gusar dan mulai membuat sarang.
  4. Waktu kelinci melahirkan sekitar pagi hari atau sore hari
Jika sudah mulai tanda-tanda tersebut segera memberikan kontak untuk tempat melahirkan dan menyediakan makan setelah kelinci melahirkan.



II.             Pakan 

A.                Pakan hijauan

            Pakan hijauan merupakan sebagai sumber serat bagi kelinci. Pemberian pakan hijau merupakan hal terpenting bagi kelinci, karena 1) untuk melancarkan saluran pencernaannya atau biar tidak terjadi sembilit dan 2) menjaga pertumbuhan gigi
  1. Rumput (legetan, sintrong, bandotan)
  2. Sayuran (wortel, kangkung, kobis)

B.                Pakan konsentrat
1.                  Ampas tahu;
2.                  Bekatul
3.                  Brand pollar
4.                  Kulit kopi
5.                  Pelet

III.             Air Minum
           
         Kelinci dapat bertahan pada suhu 300C, agar tidak terjadi dehidrasi kelinci memerlukan air minum. Kelinci remaja (2-4 bulan ¼ gelas setiap hari dan kelinci dewasa 1,5 gelas setiap hari.

IV.                Kandang
Pembuatan kandang pada prinsipnya mudah dibersihkan dan nyaman dengan memperhatikan sirkulasi udara.
1.     bahan yang digunakan untuk kandang kelinci : bambu, papan dan kawat
2.     Jarak antara lantai ke alas kandang minimal 50 cm
3.     Kandang dapat berukuran 60 x 70 cm.
4.     Jika alas kandang dari bahan bambu selang potong bambu berjarak 2 ruas jari.
5.     Ada tempat penampung kotoran.

Tanda-tanda kelinci sakit
1.  nafsu makan berkurang
2.  pasif / tidak banyak gerak
3.  menyendiri atau tidak berkelompok


V.    Obat-obatan
1.     Wormethin : kudis, cacingan
2.     Medoxcin : antibiotik
3.     Pemberian vitamin dan mineral

Daftar Pustaka

 http://www.ristek.go.id

Manshur, F dan Mu’tasim Fakkih, 2010. Kelinci Domestik “Perwatan dan Penggobatan”. Penerbit Nuansa. Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar