Senin, 08 Oktober 2012

Apotek Hidup

         Indonesia mempunyai keaneka ragaman hayati tanaman yang mempunyai fungsi obat dari berbagai penyakit. Menurut Widyawati, (1999:34) dikutip oleh  Achwan (2011) tumbuhan sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan, karena disamping sebagai sumber makanan juga dapat sebagai obat. Kadang-kadang untuk menyembuhkan suatu penyakit tidak hanya dapat disembuhkan dengan pengobatan modern, tetapi juga disembuhkan dengan menggunakan dari tanaman obat-obat berkasiat.
       Tanaman obat dapat dikonsumsi dengan cara diolah terlebih dahulu. Beberapa tanaman obat dapat digunakan sehari-hari dan diolah dengan cara sederhana seperti direbus dan dicampur dengan air atau bahan-bahan lainnya, sedangkan tanaman yang lain diolah secara modern oleh pabrik atau industri rumah tangga dengan cara dikeringkan dan dikemas dalam kemasan yang praktis untuk dikonsumsi. 
          Kita akan membahas tanaman-tanaman obat yang biasa dibudidayakan di lingkungan sekitar kita yang dikenal sebagai tanaman apotek hidup. Tanaman apotek hidup mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan penyakit tanpa efek samping, pertolongan pertama dan murah meriah.

A. Pengertian

     Apotek hidup merupakan suatu lahan yang digunakan untuk ditanamin tumbuhan yang dipercaya berkhasiat dapat mengobati beberapa macam penyakit secara tradisional. Lahan yang digunakan bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas.

B. Jenis-Jenis Tanaman Apotik Hidup

1. Kunyit

 


Kunyit atau Curcuma longa Linn. atau Curcuma domestica Val.
Familia : Zingiberaceae Kunyit (Curcuma domestic).

Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa dan beta-turmerone), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C. 
Penggunaan Untuk Obat :
1. Diabetes mellitus
    * Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
    * Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
    * Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

2. Tifus
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
    * Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan disaring.
    * Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

3. Usus buntu
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya.
    * Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.
    * Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur.

4. Disentri
    * Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
    * Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren.
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.
    * Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
    * Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
    * Cara menggunakan: diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
    * Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
    * Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
    * Cara menggunakan: ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
    * Bahan: 1 rimpang kunyit
    * Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
    * Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
    * Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
    * Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    * Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
    * Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring
    * Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
    * Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih
    * Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
    * Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

12. Morbili
    * Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
    * Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus
    * Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak

2. Temulawak




Nama ilmiah : Curcuma xanthorriza Roxb.
Nama daerah : temu besar (Melayu); koneng gede, temu raya (Sunda); temo labak (Madura)

Temulawak Menurut Afifah (2003) dikutip oleh Prasko (2011) dalam kekerabatan tumbuhan diklasifikasikan sebagai :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermathophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Scitamineae
Famili : Zingiberaceae
Marga : Curcuma
Spesies : Curcuma xanthorhiza roxb

Kandungan utama rimpang temulawak :
  1. protein, 
  2. karbohidrat, 
  3. dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin.  
  4. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu). 
  5. Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi.

Khasiat untuk pengobatan :
1) Mengobati bau badan yang kurang sedap
Ambillah sebuah rimpang temu lawak. Parut dan rebus dengan air 1:1. Dinginkan terlebih dahulu sebelum diminum.

2) Membersihkan darah
Rimpang temu lawak diiris tipis-tipis, lalu dijemur hingga kering. Rimpang ini diseduh dengan air hangat, kemudian diminum seperti teh. Agar tidak terlalu pahit, sewaktu meminumnya dapat dicampur dengan gula merah.

3) Penyakit eksim
Siapkan rimpang temu lawak sebesar telur ayam dan asam kawak sebesar telur merpati. Masak bahan tersebut dengan 2 gelas air dan ditambahkan sedikit gula aren. Biarkan hingga mendidih dan aimya tinggal 1 gelas saja. Saring aimya dan diminum selagi hangat. Pengobatan ini dilakukan setiap hari selama sebulan.

4) Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), mengobati demam malaria, dan sembelit serta memperbanyak ASI
Rimpang diparut dan diperas airnya, kemudian diminum. Dapat juga dengan minum air rebusan rimpang temu lawak yang kering.

5) Badan yang terlalu capek karena kebanyakan bekerja atau sehabis jatuh sakit
Ambil dan bersihkan rimpang temu lawak sebanyak 50 g. Parut rimpang sampai halus dan tambahkan air secukupnya, kemudian direbus. Setelah air mendidih, didinginkan, lalu diminum. Lakukan hal ini 2 kali sehari, cukup 1 gelas. Bila perlu dapat ditambahkan madu atau air gula aren agar ramuan lebih enak dan berkhasiat.
Peringatan : penderita sakit ginjal sebaiknya tidak meminum sari temu lawak mentah karena dapat berbahaya.

3. Kunci 





Temu kunci

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Boesenbergia
Spesies: B. rotunda
Nama binomial
Boesenbergia rotunda
(L.) Mansf.
Temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. syn. Curcuma rotunda L., B. pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.) adalah sejenis rempah-rempah yang rimpangnya dipakai sebagai bumbu dalam masakan Asia Tenggara. Bentuk temu kunci agak berbeda dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang vertikal ke bawah.

1.Sebagai peluruh kentut:
dibuat sediaan "juice" yang terdiri dari 3 jari rimpang; diminum untuk dosis tunggal
dibuat "tapal" dari sejumlah rimpang dan ditempelkan pada perut
dibuat infusa yang terdiri dari 25 gram serbuk rimpang kering dengan 100 ml air mendidih, didiamkan sampai keadaan hangat; setelah disaring, diminum sebagai dosis tunggal.

2.Sebagai penambah nafsu makan:
Dibuat infusa yang terdiri dari 3 buah rimpang dan 110 ml air; atau diseduh, diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

3.Sebagai pemacu keluarnya air susu ibu (ASI):
20 gram rimpang temu kunci, dipotong kecil-kecil, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit; kemudian ditambah 1/4 sendok teh garam dapur, setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.

4. Kencur 


Kencur
Kencur (Kaempferia galanga L.) .
Kencur (Kaempferia galanga L.) .
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Upafamili: Zingiberoideae
Genus: Kaempferia
Spesies: K. galanga
Nama binomial
Kaempferia galanga
(Linn.)
Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet (K. rotunda Jacq.), namun mudah dibedakan dari daunnya.
Nama kencur dipinjam dari bahasa Sanskerta, kachora, कचोर, yang berarti temu putih (Curcuma zedoaria).

Kandungan Kimia :
Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

Beberapa resep pengobatan menggunakan Kencur:
1. Radang Lambung
Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari
Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah
Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh

2. Radang Anak Telinga
Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2 sendok air hangat
Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung

3. Influenza pada bayi
Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun kemukus (lada berekor/ Cubeb)
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat
Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung

4. Masuk Angin
Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya
Cara membuat: kencur dikuliti bersih
Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya, kemudian minum 1 gelas air putih. Dapat dilakukan 2 kali sehari

5. Sakit Kepala
Bahan: 2-3 lembar daun kencur
Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus
Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi

6. Batuk
a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya
Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring
Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya
b. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari
Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah
Cara menggunakan: airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

7. Diare
a. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya
Cara membuat: kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring
Cara menggunakan: diolsekan pada perut sebagai bedak
b. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya
Cara membuat: kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya
Cara menggunakan: dioleskan pada perut sebagai bedak

8. Menghilangkan darah kotor
Bahan: 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering, adas pulawaras secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari secara teratur

9. Memperlancar haid
Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya
Cara membuat: kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum sekali sehari 2 cangkir

10. Mata Pegal
Bahan: 1 potong rimpang
Cara membuat: kencur dibelah menjadi 2 bagian
Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata

11. Keseleo
Bahan: 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air
Cara membuat: kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya
Cara menggunakan: dioleskan/digosokan pada bagian yang keseleo sebagai bedak

12. Menghilangkan lelah
a. Bahan: 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya
b. Bahan: 1 rimpang besar kencur, 1 sendok tepung beras basah, 1 potong gula kelapa/aren
Cara membuat: semua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring
Cara menggunakan: diminum dan diulangi secara teratur 3 hari sekali


5. Jahe


Jahe
Zingiber officinale - Köhler–s Medizinal-Pflanzen-146.jpg
Status konservasi
Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Zingiber
Spesies: Z. officinale
Nama binomial
Zingiber officinale
Roscoe[1]
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Jenis-jenis Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna
rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :
1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar
maupun jahe olahan.
2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
3) Jahe merah
Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga
cocok untuk ramuan obat-obatan.

Kandungan Jahe

Minyak atsiri zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit.


Dipeergunakan obat :


  • Sebagai pereda flu, pilek dan sakit kepala. Ambil jahe segar (500 gr). Jahe segar ini kemudian diiris dan direbus dalam air panas selama 20 menit, lalu tambahkan gula merah (100 gr), kemudian minum 4 hingga 5 kali sehari. Banyak orang telah menggunakan resep ini dan sembuh dari flu dan pilek. merebus jahe dengan air mendidih untuk membuat teh jahe. Dalam penyajiannya ditambahkan madu, irisan buah jeruk atau lemon. Bisa juga untuk membuat permen. Atau juga bisa dengan merendam kaki sampai pergelangan dalam air jahe panas. Tambahkan garam dan cuka serta tambahkan air hangat secara bertahap terus menerus. Rendam sampai kaki berubah menjadi merah, metode ini sanagat baik untuk menghilangkan sakit kepala dan batuk.
  • Periodontitis. Caranya : Kumur mulut dengan air jahe hangat pada pagi dan malam hari. Jika tenggorokan terasa sakit atau gatal, jahe hangat dapat ditambahkan garam dan gunakan 2-3 kali sehari.
  • Kerusakan gigi. Caranya : Kumurlah mulut dengan jahe hangat pagi dan malam hari. Minum air jahe sebagai minuman rehari-hari dapat membantu mencegah dan meringankan gejala tersebut.
  • Migren. Caranya dengan merendam tangan dalam air jahe hangat selama 15 menit. Semoga dapat membantu meringankan rasa sakit.
  • Mabuk. Caranya : Minum air jahe hangat atau wedang jahe. Ketika mabuk, air jahe akan meningkatkan sirkulasi untuk membantu menghilangkan etanol dari tubuh. Dapat pula ditambahkan madu biar lebih enak.
  • Tekanan darah tinggi. Caranya : Rendam kaki dalam air jahe hangat selama 15 menit. Metode ini membantu sirkulasi darah dengan cara refleksologi untuk menurunkan tekanan darah.

  • Jerawat. Caranya : Cuci wajah dengan air jahe hangat pagi dan malam hari. Semoga bisa meringankan bahkan menghilangkan jerawat dalam waktu 60 hari. Cara ini dapat dipakai untuk menghilangkan bintik-bintik hitam dan kulit kering.
  • Ketombe. Caranya gosoklah jahe mentah ke dalam rambut. Lalu bilas dengan air jahe hangat. Metode ini juga dapat membantu mencegah rambut rontok. Di Tiongkok Cina, mereka menggunakan air jahe hangat untuk mencuci rambut. Banyak yang telah menikmati perawatan ini dengan hasil yang baik.
  • Mengobati Nyeri Pinggang dan Punggung. Caranya dengan menambahkan sedikit garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendamlah handuk dengan air ini. Kemudian bilas dan tempel pada tempat yang terasa sakit. Ulangi beberapa kali. Semoga dapat melemaskan otot dan membantu sirkulasi darah sehingga mengurangi rasa sakit.
  • Melangsingkan perut setelah melahirkan. Caranya : Ambil 3 sendok makan beras, lalu keringkan selama 3 jam. 125 gram gula merah, kunyit kecil, satu sendok makan asam, jahe potong dan daun pandan dalam 3 gelas air. saring ramuan itu. rebus bubuk jahe, kunyit an beras. setelah halus semua, tuangkan air mendidih sedikit demi sedikit ke dalam rempah-rempah. saring ramuan dengan kain tipis yang bersih dan remas dengan kapur. Tambahi garam secukupnya. Minum ramuan ini secara teratur jika kurang manis bisa ditambahkn gula.
  • Kaki Bau. Caranya : Tambahkan garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendam kaki selama 15 menit. Kemudian keringkan kaki dengan handuk lalu taburkan bedak talk. Semoga berhasil.

6. Laos/Lengkuas

Lengkuas
Lengkuas (Alpinia galanga)
Lengkuas (Alpinia galanga)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Upafamili: Alpinioideae
Bangsa: Alpinieae
Genus: Alpinia
Spesies: A. galanga
Nama binomial
Alpinia galanga
(L.) Willd.

 Kandungan Kimia

Senyawa kimia yang terdapat pada Lenguas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning.
Dipergunakan sebagai obat:
1. Reumatik
A. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam  kampung
Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari
B. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu

2. Sakit Limpa
Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

3. Membangkitkan Gairah Seks
Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok  teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape. Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
Cara menggunakan: diminum.

4. Membangkitkan Nafsu Makan
a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah  mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.   
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari

5. Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing
2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Morbili
Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura. 
Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus.
Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

7. Panu
a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.
B. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus 
Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.
Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus



















 7. Salam


Salam
Daun dan bunga salam
Daun dan bunga salam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: S. polyanthum
Nama binomial
Syzygium polyanthum
(Wight) Walpers
Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum.

Kandungan Daun Salam
  1. daun salam kering terdapat sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya. 
  2. Ekstrak etanol dari daun menunjukkan efek antijamur dan antibakteri
  3. ekstrak metanolnya merupakan anticacing, khususnya pada nematoda kayu pinus Bursaphelenchus xylophilus
  4. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.
Penggunaan daun salam
 
  1. Untuk mengatasi asam urat yang tinggi, caranya dengan merebus 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Diminum tiap pagi dan sore. untuk pencegahan, 7 lembar daun salam direbus dengan 2 gelas air hingga menjadi satu gelas. minum tiap hari satu gelas. 
  2. Daun salam untuk mengobati Kencing Manis / Diabetes Mellitus. Siapkan sekitar 7-15 lembar daun salam yang masih segar. Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tunggu hingga air yang tersisa tinggal 1 gelas. Peras dan saring airnya, lalu minum 2x sehari tiap sebelum makan. 
  3. Daun salam sebagai obat Sakit maag (gastritis). Siapkan sekitar 15-20 lembar daun salam yang masih segar, kemudian cuci hingga bersih dan rebus menggunakan 0,5 liter air hingga mendidih selama 15 menit. Setelah mendidih, beri gula enau secukupnya. Tunggu hingga agak dingin dan minum airnya. Anda dapat meminum ramuan ini setiap hari hingga maag Anda sembuh.

8. Sirih
 Selembar daun sirih
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies: P. betle
Nama binomial
Piper betle
L.
Kandng dan Manfaat

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur.

Penggunaan daun sirih menurut Iptek.net.id dikutip oleh http://obatherbalnusantara.wordpress.com/tag/efek-samping-pemakaian-daun-sirih/ 


1. Mengurangi produk ASI yang berlebihan
Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya.
Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api.
Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di seputar buah dada.

2. Keputihan
Bahan: 7 – 10 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih.
Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.

3. Penyakit / Sakit Jantung
Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang
merah, 1 sendok jintan putih.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan  beberapa menit, kemudian diperas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur.

4. Sifilis / Sipilis / Raja Singa
Bahan : 25 – 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus.

5. Alergi / Biduren
Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus.
Cara menggunakan  : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

6. Diare
Bahan: 4 – 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyakkelapa.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus.
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut.

7. Menghentikan pendarahan gusi
Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

8. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa)
Bahan: 1 lembar daun sirih.
Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit supaya keluar minyaknya.
Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang berdarah/mimisen.

9. Sakit gigi berlubang
a. Bahan: 1 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok
Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin
Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

10. Bronkhitis
Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.
Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, dan disaring
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan

11. Batuk
a. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
b. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan madu secukupnya.
Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
d. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulangsecara teratur sampai sembuh
 

DAFTAR PUSTAKA
  
http://achwanaremania.blogspot.com/2011/07/macam-macam-apotek-hidup-dan-manfaatnya.html
 
http://e-lifestylenews.blogspot.com/2012/09/manfaat-jahe-sebagai-tanaman-herbal.html

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=17

http://obatherbalnusantara.wordpress.com/tag/efek-samping-pemakaian-daun-sirih/

http://www.kesehatan123.com/2248/manfaat-daun-salam/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kencur

http://id.wikipedia.org/wiki/Temu_kunci

http://www.lizaherbal.com/main/content/view/270/1/


http://maghfirarticles.blogspot.com/2011/01/manfaat-temulawak-dan-kunyit-bagi.html

http://www.prasko.com/2011/08/klasifikasi-kandungan-dan-manfaat.html

http://tanamanobatku.wordpress.com/2011/03/11/kencur-temu-mungil-yang-banyak-khasiat/

http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/jahe.pdf

 http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe

 http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_%28tumbuhan%29

http://id.wikipedia.org/wiki/Sirih

NB : seemoga bermanfaat,,mari kita galangkan penanam tumbuhan apotik hidup di pekarangan rumah

1 komentar:

  1. Situs Judi Sabung Ayam Online SV388 Terlengkap Terbaik Terpercaya - Bandar Taruhan Adu Ayam Online Uang Asli Rupiah Terbesar Permainan Sabung Ayam Online ini begitu gampang di tekuni yang cuma menebak taruhan


    Boss Juga Bisa Kirim Via :
    Wechat : Bolavita
    WA : +6281377055002
    Line : cs_bolavita
    BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )

    BalasHapus